Deg-deg-an

Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hati saat ngeblog. Ibarat seorang caver (penyusur gua, red.) yang memasuki sebuah gua baru, untuk dipetakan. Demikian juga perasaan hati saat pertama kali ngeblog. Aneh bukan?
Sebab nggak pernah kebayangkan, kalau sampai juga akhirnya ke dunia blog. Hal yang selama ini menjadikan rasa penasaranku selalu memukul bertalu-talu ke dadaku. Seperti mau menjalankan akad nikah. He…he…
Tapi inilah dunia. Dunia blog, akhirnya diriku merambahmu. Aku pikir ini adalah blog pertamaku. Berikutnya akan hadir blog-blogku yang lain (mungkin). Sebab ternyata asyik juga blogging. Bukan apa-apa. Karena otak dan dadaku supah terlalu penuh. Sehingga harus dialirkan menuju sesuatu yang bermanfaat. Berbagi. Mungkin itu kata yang tepat.
Semoga ke depannya, blogku ini banyak memberikan manfaat untuk semuanya. Jika ada yang tidak pas di hati pembaca, ping balik saja. Insyaalloh aku sangat terbuka untuk segala masukan atau kritik yang membangun.
mojokerto, akhir rojab 1430h.


