pelangi hatiku

kaki mungil
tangan kecil
bibir lucunya
sering membuatku senyum sendiri
di sela gelisah dan gundaku



Jujur, Kunci Perangi Korupsi

SEMARANG (SI) – Jaksa Agung Hendarman Supandji resmi menerima gelar Doktor Honoris Causa Bidang Ilmu Hukum dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Dalam pidatonya berjudul �gMembangun Budaya Anti-Korupsi sebagai Bagian dari Kebijakan Integral Penanggulan Korupsi di Indonesia�h, Hendarman menyoroti pentingnya sikap jujur untuk memerangi korupsi yang sudah kronis di Indonesia. Menurutnya, penegakan hukum tidak akan berdampak banyak jika hanya mengandalkan aparat penegak hukum tanpa disertai perubahan budaya sikap dan perilaku masyarakat. Budaya hukum menjadi komponen penting dalam penegakan hukum pidana.

�gIni berarti,budaya hukum merupakan bagian penting dari kebijakan kriminal karena penegakan hukum pidana merupakan bagian dari kebijakan kriminal,�h tandasnya lagi. Dia menilai tingginya kasus korupsi yang berhasil terungkap dan ditangani oleh aparat merupakan indikator bahwa tingkat ketidakjujuran sikap koruptif di Indonesia menunjukkan tren yang meningkat. Peningkatan budaya antikorupsi tersebut tidak terlepas dari proses pendidikan moral dan salah satu pembaharuan moral untuk memberantas korupsi adalah moral kejujuran.



Tentang Pendidikan yang Memprihatinkan

oleh: SLAMET EFFENDY YUSUF

Tampaknya kegelisahan penyelenggaraan pendidikan nasional mendorong Prof Dr Soedijarto MA, seorang pakar ilmu pendidikan yang puluhan tahun teguh dan istiqomah concern pada bidang pendidikan, untuk terus berpikir mencari apa yang salah dengan sistem pendidikan nasional kita sekaligus berupaya mencari format yang paling ideal.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan dan makalah disajikan dalam berbagai seminar mengenai kondisi pendidikan nasional. Buku dibuka dengan keprihatinan penulisnya betapa bangsa ini sangat jauh tertinggal dari bangsa lain. Dalam kondisi bangsa yang sering dilanda konflik, yang secara ekonomi jauh dari maju dan secara ilmu pengetahuan sangat bergantung pada dunia luar, sulit bagi Indonesia diperhitungkan dalam percaturan internasional. Bagi Prof Soedijarto, ketertinggalan ini sangat erat kaitannya dengan kepedulian pada bidang pendidikan. Terpuruknya kondisi negara-bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi pendidikan nasional.

Semua negara yang kemudian menjadi negara maju, seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, disusul Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, dan China, merupakan negara-negara yang memulai pembangunan dengan menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama. Amerika Serikat sejak Thomas Jefferson, Jerman sejak Otto von Bismarck, Britania Raya sejak King Arthur, Jepang sejak zaman Meiji. Negara maju adalah negara yang peduli pada pendidikan. Lebih lanjut ia berpendapat, belum cerdasnya kehidupan bangsa, belum majunya kebudayaan nasional, dan belum sejahteranya kehidupan rakyat, akarnya adalah masih rendahnya kualitas manusia.



Bom (lagi)

bom-mariottJakarta – Jumlah korban akibat bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, sebanyak 36 orang. 9 Korban di antaranya harus dioperasi.

Data di RS MMC, kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2009), 9 korban masuk ruang operasi.
7 korban yang akan dioperasi warga negara asing (WNA). Mereka adalah Kevin, Peter, Scott Miriles, Simon Louis, Gary Ford, Cindy, Andrew. Sedangkan 2 lagi adalah warga negara Indonesia yakni Dadang Hidayat, dan Sudargo.

Situasi di lobi MMC sangat ramai. Keluarga maupun kerabat mulai berdatangan.  2 Korban luka Rinaldi dan Yurike tampak didorong memakai kursi roda. Mereka mengalami luka-luka akibat pecahan kaca di kepala dan segera dimasukkan ke ruang poliklinik.  (detik.com)



Deg-deg-an

100_0764

Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hati saat ngeblog. Ibarat seorang caver (penyusur gua, red.) yang memasuki sebuah gua baru, untuk dipetakan. Demikian juga perasaan hati saat pertama kali ngeblog. Aneh bukan?

Sebab nggak pernah kebayangkan, kalau sampai juga akhirnya ke dunia blog. Hal yang selama ini menjadikan rasa penasaranku selalu memukul bertalu-talu ke dadaku. Seperti mau menjalankan akad nikah. He…he…

Tapi inilah dunia. Dunia blog, akhirnya diriku merambahmu. Aku pikir ini adalah blog pertamaku. Berikutnya akan hadir blog-blogku yang lain (mungkin). Sebab ternyata asyik juga blogging. Bukan apa-apa. Karena otak dan dadaku supah terlalu penuh. Sehingga harus dialirkan menuju sesuatu yang bermanfaat. Berbagi. Mungkin itu kata yang tepat.